Konsolidasi Regional Peningkatan Partisipasi Masyarakat

Kegiatan Konsolidasi Regional dalam rangka Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Pemilihan yang diselenggarakan oleh KPU Republik Indonesia bersama KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota Regional III resmi dibuka pada Jumat (27/09/2019) di Mercure Grand Mirama Hotel, Surabaya. Kegiatan yang digelar selama tiga hari ini dibuka secara resmi oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia, Arif Budiman, didampingi oleh para anggota KPU RI, Ketua Bawaslu RI, Ketua DKPP RI, Perwakilan Pemda Provinsi Jawa Timur, Ketua dan Anggota KPU Provinsi Jawa Timur serta Ketua Divisi Parmas dan SDM Provinsi Regional III.
Ketua KPU RI: Perlu Inovasi-Inovasi Baru Dalam Sosialisasi Arief Budiman, dalam kata pembukaan menegaskan pentingnya inovasi baru dalam sosialisasi pemilihan 2020. Menurutnya, inovasi baru itu sangat penting dalam menjaga tingkat partisipasi masyarakat yang sudah diraih mencapai angka 82% pada pemilu 2019. “Ada lompatan yang cukup besar terhadap partispasi pemilih. Apa artinya itu. Artinya adalah tantangan yang jauh lebih besar sekarang ada di depan mata kita. Karena masyarakat melihat, partispasi 82% itu sudah berhasil kita capai. Pemilihan 2020 kita harus mampu mencapai lebih dari 82%” tegasnya.
Menurut Arif, KPU Provinsi dan Kabupaten Kota yang menyelenggarakan pemilihan 2020 perlu menemukan strategi baru. Jika dalam pemilu 2019, KPU melakukan sosialisi dengan pendekatan basis keluarga, maka pada pemilihan 2020 perlu ada strategi tambahan. “Supaya partisipasi bisa tetap terjaga, jadi yang harus disentuh, yang harus diberi sosialisasi adalah keluarga yang akan menjadi pemilih dalam pilkada 2020 dan strategi-strategi lain yang lebih inovatif” jelasnya. Ketua Bawaslu RI: Regulasi Jangan Sampai Menghambat Partisipasi Masyarakat Dalam Pemilihan Sementara itu, Ketua Bawaslu RI, Abhan, S.H., M.H dalam arahannya menjelaskan bahwa Kesuksesan Pemilu 2019 bukan pekerjaan yang tiba-tiba, tetapi merupakan pekerjaan yang sudah dibangun bahkan sejak tahapan Pemilu 2019 belum dimulai.
Empat elemen utama yang menjadi pilar penting kesuksesan pemilu 2019, menurut Abhan adalah regulasi, peran penyelenggara pemilu, peran peserta pemilu dan peran masyarakat (pemilih).
Namun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa ada catatan-catatan yang menonjol selama berlangsungnya perjalanan pemilu 2019, yang menurut Abhan perlu untuk dievaluasi secara serius dalam rangka persiapan pemilihan 2020. Beberapa catatan itu adalah meninggalnya para penyelenggara pemilu, politik uang, persoalan logistik pemilu, pilpres yang lebih dominan sementara pileg tidak popular, produksi hoaks dan politisasi SARA serta konsistensi regulasi. Terkait konsistensi regulasi, Abhan memberi catatan khusus dalam hubungannya dengan tingkat partisipasi masyarakat bahwa partisipasi masyarakat sangat ditentukan pula oleh regulasi.
“Kalau regulasinya mempermudah akses terhadap pemilih, tentu akan dengan mudah tingkat partisipasi akan baik. Tetapi jika regulasinya menghambat, maka partisipasi masyarakat akan menurun”
Karenanya, lanjut Abhan, dalam penyelenggaraan pemilihan 2020, para wakil rakyat terpilih yang akan dilantik pada 1 Oktober nanti dapat melakukan revisi dan memberikan kepastian hukum, salah satunya adalah terkait persyaratan calon.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.